skip to main | skip to sidebar
10:21 PM
BRYAN NET

nih tips buat agan2 yg kesel kalo ketumpahan tinta ato kecipratan tinta di kulit
apalagi kena tinta printer, susa banget buat ngilanginnya...
jgn panik, cukup sediakan lem cair untuk kertas ( kalo ts , biasanya pake merk povinal ) seperti gambar:

cukup olesi lem pada kulit anda yg terkena tinta, tunggu sekitar 2 menitan sampe kering....
kemudian gosok2 dah....trus di cuci pake sabun sampe bersih...
10:21 PM
BRYAN NET
Semoga menginspirasi kita

Man jadda wajada. Walau didera kemiskinan dan cuma jadi pemulung Yati bisa berkurban dua kambing.
Pemulung pun ikut berkurban
Jemaah
Salat Idul Adha di Masjid Raya Al Ittihad, Tebet Barat, Jakarta
Selatan, berdecak kagum pagi ini. Sebelum salat dimulai, panitia Kurban
mengumumkan perolehan sapi dan kambing yang diterima.
Hebatnya, seorang pemulung ikut menyumbangkan hewan kurban berupa kambing di masjid yang megah dan besar tersebut.
"Perlu
kami umumkan, kambing yang terbesar justru diberikan oleh seorang yang
pekerjaannya pemulung. Beliau biasa berkeliling di sekitar Tebet sini,"
ujar seorang panitia Kurban melalui pengeras suara, Jumat (26/10).
Ada
sekitar 27 sapi dan kambing yang diterima panitia Kurban Masjid Al
Ittihad. Pemulung yang namanya tak disebutkan itu menyerahkan kambing
beberapa hari lalu.
"Setiap hari, beliau pula yang memberi makan kambing tersebut," kata pembawa acara.
Hampir
seluruh jemaah salat terkesima mendengar pengumuman itu. Saat memimpin
salat, suara imam pun bergetar seperti menahan tangis. "Hebat.
Subhanallah," gumam jemaah.
nabung tiga tahun untuk kurban
Pasangan
pemulung Yati (55) dan Maman (35), mengaku menabung tiga tahun untuk
membeli dua ekor kambing kurban. Walau susah payah, mereka ingin
memberikan kurban, bukan terus mengantre diberi daging kurban.
"Saya
nabung tiga tahun untuk beli dua ekor kambing. Yang besar itu saya beli
Rp 2 juta, yang kecil Rp 1 juta," kata Yati saat berbincang dengan
merdeka.com di rumahnya, Jumat (26/10).
Yati setiap hari bekerja
sebagai pemulung, begitu juga Maman. Kadang untuk menambah penghasilan,
Maman ikut menarik sampah di sekitar Tebet.
"Penghasilan sehari
tak tentu. Seringnya dapat Rp 25 ribu. Dihemat untuk hidup dan ditabung
buat beli dua kambing itu," kisah Yati.
Yati mengaku sudah seumur
hidup ingin berkurban. Wanita tua asal Madura itu malu terus mengantre
daging kurban. Keinginan ini terus menguat, saat Bulan Ramadan. Yati
makin giat menabung.
"Saya ingin sekali saja, seumur hidup
memberikan daging kurban. Ada kepuasaan, rasanya tebal sekali di dada.
Harapan saya semoga ini bukan yang terakhir," jelasnya.
Yati
membeli dua kambing itu di Pancoran. Maman yang mengambil dua kambing
itu dengan bajaj dan memberikannya ke panitia kurban di Masjid
Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan.
Saat Maman menyerahkan dua kambing untuk kurban itu, jamaah masjid megah tersebut meneteskan air mata haru.
sempat diejek waktu mau berkurban
Yati
(55) menabung susah payah untuk berkurban. Wanita yang berprofesi
sebagai pemulung ini mengaku sempat ditertawakan saat bercerita seputar
niatnya untuk berkurban.
"Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel ngapain kurban," cerita Yati kepada merdeka.com, Jumat (26/10).
Tapi
Yati bergeming. Dia tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan
kurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, Yati bisa berkurban tahun
ini.
"Pada bilang apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang
lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masa tidak pernah kurban. Malu
cuma nunggu daging kurban," beber Yati.
Yati dan suaminya Maman
(35) sama-sama berprofesi sebagai pemulung. Pendapatan mereka jika
digabung cuma Rp 25 ribu per hari. tapi akhirnya mereka bisa membeli dua
ekor kambing. Masing-masing berharga Rp 1 juta dan Rp 2 juta.
Dua kambing ini disumbangkan ke Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Jemaah masjid megah itu pun meneteskan air mata haru.
Pengurus masjid menangis
Pasangan
suami istri yang berprofesi sebagai pemulung memberikan dua hewan
kurban di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Pengurus masjid
yang menerima dua ekor kambing itu menangis terharu.
"Saya
nangis, tidak kuat menahan haru," ujar Juanda (50), salah satu pengurus
Masjid Al Ittihad saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (26/10).
Juanda
menceritakan Selasa (23/10), seorang pemulung bernama Maman datang ke
Masjid Al Ittihad. Masjid megah ini terletak di kawasan elite Tebet Mas,
Jaksel.
"Bawanya pakai bajaj. Dia kasih dua ekor kambing untuk
kurban. Dia bicara tegas, justru saya yang menerimanya tak kuat. Saya
menangis," kata Juanda.
Juanda lalu mengajak merdeka.com melihat dua kambing itu di halaman masjid. Ada yang berwarna coklat dan putih. Kambing itu justru yang paling besar di antara kambing-kambing lain.
Dia
menceritakan pengurus lain pun terharu mendengar cerita ini. Begitu
juga jamaah salat Idul Adha yang mendengar pengumuman lewat pengeras
suara sebelum salat.
Orang
yang sedikit harta dan mengalokasikan sebagiannya untuk kepentingan
sosial adalah orang kaya sejati. Orang yang banyak harta dan tidak
(sedikit saja) mengalokasikan hartanya untuk orang banyak adalah orang
miskin sejati.
10:19 PM
BRYAN NET
Skripsi
merupakan perjuangan terakhir dan terberat mahasiswa untuk meraih gelar
sarjana. Tidak mengherankan, kepuasan tertinggi yang dirasakan
mahasiswa adalah ketika akhirnya mampu menyelesaikan skripsi dan maju
sidang.
Namun, tidak semua mahasiswa pantang menyerah dan rela
jatuh bangun untuk menyelesaikan skripsi. Adapula mahasiswa yang
mengambil jalan pintas dengan
memanfaatkan jasa pembuat skripsi.
Salah
satu penyedia jasa pembuatan skripsi yang tidak mau disebutkan namanya
mengaku telah menekuni bidang ini sejak 2007. Dia mengungkap, penyediaan
jasa ini bermula dari seorang mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi
di rental miliknya di kawasan Jakarta Selatan. Mahasiswa tersebut
mengeluh karena mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi tersebut
dan meminta bantuan kepadanya.
"Saya bingung, tapi saya coba
pelajari. Setelah saya pelajari, saya pun membantu anak itu untuk
menyelesaikan skripsinya," ujar penyedia jasa tersebut kepada Okezone
belum lama ini.
Kemudian, dia pun sering diminta tolong untuk
mengerjakan skripsi. Namun, dia menyebut, tidak pernah bermaksud untuk
mengomersialkan "bantuannya" tersebut. "Awalnya cuma untuk membantu
karena saya kasihan. Tapi karena saya butuh uang untuk hidup, ya,
dilanjutkan hingga sekarang," paparnya.
Kliennya berasal dari
berbagai kampus di Jakarta baik negeri maupun swasta. Bahkan tidak hanya
mahasiswa S-1 dan S-2, ada dosen yang pernah menjadi kliennya. "Ada
juga dosen yang ingin bikin thesis atau disertasi untuk S-2 atau
S-3-nya," tuturnya.
Dia menyatakan, telah menerima permintaan
pembuatan skripsi dari berbagai jurusan. Ada jurusan Ekonomi, Manajemen,
dan Komunikasi. Namun, dia mengaku lebih memilih mengerjakan skripsi
mahasiswa yang menggunakan metode penelitian kualitatif maupun
kuantitatif.
"Kalau kuantitatif tidak terlalu ribet. Dua-tiga
hari juga selesai. Tapi kalau kualitatif tidak bisa diburu-buru.
Sementara mahasiswa kan suka dadakan mau ketemu dosen untuk konsultasi.
Pokoknya kalau memang lagi enggak ribet dan banyak kerjaan, ya saya mau
saja terima yang kualitatif,"
Tarif Joki Skripsi, Mulai Rp2 Juta dan "Seikhlasnya"
Memanfaatkan
jasa orang lain untuk membuatkan skripsi tentu ada harga yang harus
dibayar. Bayangkan berapa rupiah yang harus dikeluarkan mahasiswa untuk
menyelesaikan sebuah skripsi oleh penyedia jasa tersebut?
Berdasarkan
pentauan Okezone, seorang penyedia jasa pembuatan skripsi di daerah
Jakarta Selatan mengaku, tidak pernah mematok harga ketika menerima
tawaran dari para mahasiswa untuk membuat skripsi. "Saya tidak pernah
menetapkan berapa tarifnya.
Seikhlasnya saja. Macam-macam pokoknya," ujar penyedia jasa yang enggan disebutkan namanya kepada Okezone belum lama ini.
Karena
tidak pernah menetapkan tarif tertentu, maka bayaran yang diterimanya
pun beragam. Ada yang membayar hingga jutaan rupiah, bahkan ada pula
yang tidak membayar.
"Pernah ada yang ngasih Rp2 juta. Tapi
pernah apes juga enggak dibayar. Dan kebanyakan yang tidak bayar itu
perempuan," paparnya.
Dia menyebut, tidak pernah marah ataupun
memaksa mahasiswa untuk membayar skripsi yang telah dibuatnya.
Menurutnya, jika terpaksa menagih mereka, berarti dia dalam keadaan
butuh uang. "Bilangnya nanti-nanti kalau punya uang. Saya tidak memaksa
karena enggak tega. Lagipula saya merasa bukan saya yang seharusnya
mengemis minta bayaran. Tapi, ada juga sih mahasiswa yang akhirnya
membayar setelah satu tahun," tutur pria berusia sekira 30 tahun ini.
Untuk
komunikasi mengenai pembayaran maupun perkembangan skripsi, dia
menyatakan menggunakan media seperti pesan singkat (SMS), telepon,
jejaring sosial yakni Facebook, maupun datang langsung. Pada kesempatan
itu, dia juga menunjukkan hasil percakapan dengan seorang mahasiswi yang
meminta dibuatkan skripsi dan berjanji untuk membayarnya.
"Ada
yang sudah minta nomor rekening tapi uangnya tidak pernah dikirim sampai
sekarang. Ada juga yang sudah lulus dan memasang foto wisuda (di
Facebook) ketika saya message tentang pembayaran, tahu-tahu Facebooknya
sudah tidak aktif lagi," katanya
Ane sudah nggak bisa bilang apa-apa lagi tentang hal ini
Sudah saatnya kegiatan ini dihentikan karena dapat merugikan pihak mahasiswa yang menyewa joki dan joki skripsi itu sendiri.
10:18 PM
BRYAN NET

Skandinavia
memang indah namun dingin dan suram. Namun baru-baru ini sesuatu yang
menyegarkan muncul dan membangkitkan senyum: seorang polisi ganteng yang
fotogenik.
Anggota polisi bernama Henrik Ruonala mengunggah foto
dirinya bersama seekor anjing yang tersesat di situs jejaring sosial
Facebook, untuk mencari majikan hewan tersebut. Dan, hanya butuh waktu
semalam untuk membuatnya berjuluk "pria paling didambakan di Swedia".
Ruonala,
yang bertugas di sebuah kantor polisi di Skärholmen, pinggiran kota
Stockholm, mengunggah foto dirinya bersama seekor anjing Yorkshire
Terrier di laman Facebook kepolisian tempatnya bertugas, disertai sebuah
pesan: "Apakah ada yang kehilangan teman kecil ini? Kami menemukannya
Rabu malam, ia kini berada di kantor polisi kami."
Ia tak
menyadari, foto dirinya itu menyebar bagai virus, laman Facebook
kepolisian dibanjiri pesan dari para perempuan yang mengaguminya.
Fotonya
itu juga mendapat tanda "Like" dari 25.000 facebooker, dan lebih dari
1.700 komentar ditujukan bagi penampilan "ala Viking" polisi muda nan
ganteng itu.
Foto itu juga telah di-share sebanyak 2.000 orang, beberapa komentar bahkan ditulis dalam bahasa Jerman dan Italia.
"Sayang
sekali pria di gambar ini tidak dinyatakan hilang, sehingga aku bisa
merawatnya," kata salah satu pesan di bawah foto Ruonala. Yang lain
menimpali, "Genderang perang sudah ditabuh, hei para kaum hawa. Pria
berseragam itu milikku."
Sementara, dilansir Daily Mail, Ruonala
mengaku syok, tak menyangka dengan banyaknya perhatian yang ia dapat.
Polisi yang sedang jomblo alias tidak punya pacar mendadak menerima
banyak 'lamaran' dari para gadis.
Bukan hanya Ruonala yang
menikmati ketenaran mendadaknya, tapi juga rekan-rekannya di kantor
polisi. Atasannya pun tak keberatan. "Sebagai atasannya, aku dengan
senang hati menyampaikan pada semua, bahwa Henrik masih single. Sekadar
menambahkan, ada banyak seniornya yang juga belum punya pasangan dan
memiliki wajah lebih ganteng," kata kepala kepolisian setempat, Mikael
Sundberg.
Lantas bagaimana dengan nasib anjing yang tersesat
dalam foto? Anak anjing bernama Chiro itu kini telah bertemu majikannya.
"Kami sangat bahagia Chiro yang kami sayangi kini kembali ke rumah dan
dalam kondisi sehat," demikian yang tertulis di laman Facebook
kepolisian.
"Kami berharap Henrik bisa menemukan perempuan
impiannya dan hidup bahagia. Chiro kecil telah memberinya kesempatan
besar, sekarang terserah padanya."
Apanya yang ganteng gan???