:: WELCOME TO MY BLOG, PLEASE COMMENT ::

Saturday, October 27, 2012

[Tips] Cara Cepat Menghilangkan Noda Tinta pada tangan / Kulit




nih tips buat agan2 yg kesel kalo ketumpahan tinta ato kecipratan tinta di kulit

apalagi kena tinta printer, susa banget buat ngilanginnya...

jgn panik, cukup sediakan lem cair untuk kertas ( kalo ts , biasanya pake merk povinal ) seperti gambar:




cukup olesi lem pada kulit anda yg terkena tinta, tunggu sekitar 2 menitan sampe kering....

kemudian gosok2 dah....trus di cuci pake sabun sampe bersih...

Pemulung ikut berkurban, pengurus masjid menangis haru

Semoga menginspirasi kita


Man jadda wajada. Walau didera kemiskinan dan cuma jadi pemulung Yati bisa berkurban dua kambing.


Pemulung pun ikut berkurban
Jemaah Salat Idul Adha di Masjid Raya Al Ittihad, Tebet Barat, Jakarta Selatan, berdecak kagum pagi ini. Sebelum salat dimulai, panitia Kurban mengumumkan perolehan sapi dan kambing yang diterima.

Hebatnya, seorang pemulung ikut menyumbangkan hewan kurban berupa kambing di masjid yang megah dan besar tersebut.

"Perlu kami umumkan, kambing yang terbesar justru diberikan oleh seorang yang pekerjaannya pemulung. Beliau biasa berkeliling di sekitar Tebet sini," ujar seorang panitia Kurban melalui pengeras suara, Jumat (26/10).

Ada sekitar 27 sapi dan kambing yang diterima panitia Kurban Masjid Al Ittihad. Pemulung yang namanya tak disebutkan itu menyerahkan kambing beberapa hari lalu.

"Setiap hari, beliau pula yang memberi makan kambing tersebut," kata pembawa acara.

Hampir seluruh jemaah salat terkesima mendengar pengumuman itu. Saat memimpin salat, suara imam pun bergetar seperti menahan tangis. "Hebat. Subhanallah," gumam jemaah.

nabung tiga tahun untuk kurban
Pasangan pemulung Yati (55) dan Maman (35), mengaku menabung tiga tahun untuk membeli dua ekor kambing kurban. Walau susah payah, mereka ingin memberikan kurban, bukan terus mengantre diberi daging kurban.

"Saya nabung tiga tahun untuk beli dua ekor kambing. Yang besar itu saya beli Rp 2 juta, yang kecil Rp 1 juta," kata Yati saat berbincang dengan merdeka.com di rumahnya, Jumat (26/10).

Yati setiap hari bekerja sebagai pemulung, begitu juga Maman. Kadang untuk menambah penghasilan, Maman ikut menarik sampah di sekitar Tebet.

"Penghasilan sehari tak tentu. Seringnya dapat Rp 25 ribu. Dihemat untuk hidup dan ditabung buat beli dua kambing itu," kisah Yati.

Yati mengaku sudah seumur hidup ingin berkurban. Wanita tua asal Madura itu malu terus mengantre daging kurban. Keinginan ini terus menguat, saat Bulan Ramadan. Yati makin giat menabung.

"Saya ingin sekali saja, seumur hidup memberikan daging kurban. Ada kepuasaan, rasanya tebal sekali di dada. Harapan saya semoga ini bukan yang terakhir," jelasnya.

Yati membeli dua kambing itu di Pancoran. Maman yang mengambil dua kambing itu dengan bajaj dan memberikannya ke panitia kurban di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan.

Saat Maman menyerahkan dua kambing untuk kurban itu, jamaah masjid megah tersebut meneteskan air mata haru.


sempat diejek waktu mau berkurban
Yati (55) menabung susah payah untuk berkurban. Wanita yang berprofesi sebagai pemulung ini mengaku sempat ditertawakan saat bercerita seputar niatnya untuk berkurban.

"Pada ketawa, bilang sudah pemulung, sudah tua, nggembel ngapain kurban," cerita Yati kepada merdeka.com, Jumat (26/10).

Tapi Yati bergeming. Dia tetap meneruskan niatnya untuk membeli hewan kurban. Akhirnya setelah menabung tiga tahun, Yati bisa berkurban tahun ini.

"Pada bilang apa tidak sayang, mending uangnya untuk yang lain. Tapi saya pikir sekali seumur hidup masa tidak pernah kurban. Malu cuma nunggu daging kurban," beber Yati.

Yati dan suaminya Maman (35) sama-sama berprofesi sebagai pemulung. Pendapatan mereka jika digabung cuma Rp 25 ribu per hari. tapi akhirnya mereka bisa membeli dua ekor kambing. Masing-masing berharga Rp 1 juta dan Rp 2 juta.

Dua kambing ini disumbangkan ke Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Jemaah masjid megah itu pun meneteskan air mata haru.


Pengurus masjid menangis
Pasangan suami istri yang berprofesi sebagai pemulung memberikan dua hewan kurban di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Pengurus masjid yang menerima dua ekor kambing itu menangis terharu.

"Saya nangis, tidak kuat menahan haru," ujar Juanda (50), salah satu pengurus Masjid Al Ittihad saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (26/10).

Juanda menceritakan Selasa (23/10), seorang pemulung bernama Maman datang ke Masjid Al Ittihad. Masjid megah ini terletak di kawasan elite Tebet Mas, Jaksel.

"Bawanya pakai bajaj. Dia kasih dua ekor kambing untuk kurban. Dia bicara tegas, justru saya yang menerimanya tak kuat. Saya menangis," kata Juanda.

Juanda lalu mengajak merdeka.com melihat dua kambing itu di halaman masjid. Ada yang berwarna coklat dan putih. Kambing itu justru yang paling besar di antara kambing-kambing lain.

Dia menceritakan pengurus lain pun terharu mendengar cerita ini. Begitu juga jamaah salat Idul Adha yang mendengar pengumuman lewat pengeras suara sebelum salat.


Orang yang sedikit harta dan mengalokasikan sebagiannya untuk kepentingan sosial adalah orang kaya sejati. Orang yang banyak harta dan tidak (sedikit saja) mengalokasikan hartanya untuk orang banyak adalah orang miskin sejati.

Joki Skripsi, "Jalan" Pintas Menuju Wisuda

Skripsi merupakan perjuangan terakhir dan terberat mahasiswa untuk meraih gelar sarjana. Tidak mengherankan, kepuasan tertinggi yang dirasakan mahasiswa adalah ketika akhirnya mampu menyelesaikan skripsi dan maju sidang.

Namun, tidak semua mahasiswa pantang menyerah dan rela jatuh bangun untuk menyelesaikan skripsi. Adapula mahasiswa yang mengambil jalan pintas dengan
memanfaatkan jasa pembuat skripsi.

Salah satu penyedia jasa pembuatan skripsi yang tidak mau disebutkan namanya mengaku telah menekuni bidang ini sejak 2007. Dia mengungkap, penyediaan jasa ini bermula dari seorang mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi di rental miliknya di kawasan Jakarta Selatan. Mahasiswa tersebut mengeluh karena mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi tersebut dan meminta bantuan kepadanya.

"Saya bingung, tapi saya coba pelajari. Setelah saya pelajari, saya pun membantu anak itu untuk menyelesaikan skripsinya," ujar penyedia jasa tersebut kepada Okezone belum lama ini.

Kemudian, dia pun sering diminta tolong untuk mengerjakan skripsi. Namun, dia menyebut, tidak pernah bermaksud untuk mengomersialkan "bantuannya" tersebut. "Awalnya cuma untuk membantu karena saya kasihan. Tapi karena saya butuh uang untuk hidup, ya, dilanjutkan hingga sekarang," paparnya.

Kliennya berasal dari berbagai kampus di Jakarta baik negeri maupun swasta. Bahkan tidak hanya mahasiswa S-1 dan S-2, ada dosen yang pernah menjadi kliennya. "Ada juga dosen yang ingin bikin thesis atau disertasi untuk S-2 atau S-3-nya," tuturnya.

Dia menyatakan, telah menerima permintaan pembuatan skripsi dari berbagai jurusan. Ada jurusan Ekonomi, Manajemen, dan Komunikasi. Namun, dia mengaku lebih memilih mengerjakan skripsi mahasiswa yang menggunakan metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif.

"Kalau kuantitatif tidak terlalu ribet. Dua-tiga hari juga selesai. Tapi kalau kualitatif tidak bisa diburu-buru. Sementara mahasiswa kan suka dadakan mau ketemu dosen untuk konsultasi. Pokoknya kalau memang lagi enggak ribet dan banyak kerjaan, ya saya mau saja terima yang kualitatif,"

Tarif Joki Skripsi, Mulai Rp2 Juta dan "Seikhlasnya"

Memanfaatkan jasa orang lain untuk membuatkan skripsi tentu ada harga yang harus dibayar. Bayangkan berapa rupiah yang harus dikeluarkan mahasiswa untuk menyelesaikan sebuah skripsi oleh penyedia jasa tersebut?

Berdasarkan pentauan Okezone, seorang penyedia jasa pembuatan skripsi di daerah Jakarta Selatan mengaku, tidak pernah mematok harga ketika menerima tawaran dari para mahasiswa untuk membuat skripsi. "Saya tidak pernah menetapkan berapa tarifnya.

Seikhlasnya saja. Macam-macam pokoknya," ujar penyedia jasa yang enggan disebutkan namanya kepada Okezone belum lama ini.

Karena tidak pernah menetapkan tarif tertentu, maka bayaran yang diterimanya pun beragam. Ada yang membayar hingga jutaan rupiah, bahkan ada pula yang tidak membayar.

"Pernah ada yang ngasih Rp2 juta. Tapi pernah apes juga enggak dibayar. Dan kebanyakan yang tidak bayar itu perempuan," paparnya.

Dia menyebut, tidak pernah marah ataupun memaksa mahasiswa untuk membayar skripsi yang telah dibuatnya. Menurutnya, jika terpaksa menagih mereka, berarti dia dalam keadaan butuh uang. "Bilangnya nanti-nanti kalau punya uang. Saya tidak memaksa karena enggak tega. Lagipula saya merasa bukan saya yang seharusnya mengemis minta bayaran. Tapi, ada juga sih mahasiswa yang akhirnya membayar setelah satu tahun," tutur pria berusia sekira 30 tahun ini.

Untuk komunikasi mengenai pembayaran maupun perkembangan skripsi, dia menyatakan menggunakan media seperti pesan singkat (SMS), telepon, jejaring sosial yakni Facebook, maupun datang langsung. Pada kesempatan itu, dia juga menunjukkan hasil percakapan dengan seorang mahasiswi yang meminta dibuatkan skripsi dan berjanji untuk membayarnya.

"Ada yang sudah minta nomor rekening tapi uangnya tidak pernah dikirim sampai sekarang. Ada juga yang sudah lulus dan memasang foto wisuda (di Facebook) ketika saya message tentang pembayaran, tahu-tahu Facebooknya sudah tidak aktif lagi," katanya



Ane sudah nggak bisa bilang apa-apa lagi tentang hal ini
Sudah saatnya kegiatan ini dihentikan karena dapat merugikan pihak mahasiswa yang menyewa joki dan joki skripsi itu sendiri.

Polisi Ganteng Jadi Rebutan Ribuan Perempuan di Facebook




Skandinavia memang indah namun dingin dan suram. Namun baru-baru ini sesuatu yang menyegarkan muncul dan membangkitkan senyum: seorang polisi ganteng yang fotogenik.

Anggota polisi bernama Henrik Ruonala mengunggah foto dirinya bersama seekor anjing yang tersesat di situs jejaring sosial Facebook, untuk mencari majikan hewan tersebut. Dan, hanya butuh waktu semalam untuk membuatnya berjuluk "pria paling didambakan di Swedia".

Ruonala, yang bertugas di sebuah kantor polisi di Skärholmen, pinggiran kota Stockholm, mengunggah foto dirinya bersama seekor anjing Yorkshire Terrier di laman Facebook kepolisian tempatnya bertugas, disertai sebuah pesan: "Apakah ada yang kehilangan teman kecil ini? Kami menemukannya Rabu malam, ia kini berada di kantor polisi kami."

Ia tak menyadari, foto dirinya itu menyebar bagai virus, laman Facebook kepolisian dibanjiri pesan dari para perempuan yang mengaguminya.

Fotonya itu juga mendapat tanda "Like" dari 25.000 facebooker, dan lebih dari 1.700 komentar ditujukan bagi penampilan "ala Viking" polisi muda nan ganteng itu.

Foto itu juga telah di-share sebanyak 2.000 orang, beberapa komentar bahkan ditulis dalam bahasa Jerman dan Italia.

"Sayang sekali pria di gambar ini tidak dinyatakan hilang, sehingga aku bisa merawatnya," kata salah satu pesan di bawah foto Ruonala. Yang lain menimpali, "Genderang perang sudah ditabuh, hei para kaum hawa. Pria berseragam itu milikku."

Sementara, dilansir Daily Mail, Ruonala mengaku syok, tak menyangka dengan banyaknya perhatian yang ia dapat. Polisi yang sedang jomblo alias tidak punya pacar mendadak menerima banyak 'lamaran' dari para gadis.

Bukan hanya Ruonala yang menikmati ketenaran mendadaknya, tapi juga rekan-rekannya di kantor polisi. Atasannya pun tak keberatan. "Sebagai atasannya, aku dengan senang hati menyampaikan pada semua, bahwa Henrik masih single. Sekadar menambahkan, ada banyak seniornya yang juga belum punya pasangan dan memiliki wajah lebih ganteng," kata kepala kepolisian setempat, Mikael Sundberg.

Lantas bagaimana dengan nasib anjing yang tersesat dalam foto? Anak anjing bernama Chiro itu kini telah bertemu majikannya. "Kami sangat bahagia Chiro yang kami sayangi kini kembali ke rumah dan dalam kondisi sehat," demikian yang tertulis di laman Facebook kepolisian.

"Kami berharap Henrik bisa menemukan perempuan impiannya dan hidup bahagia. Chiro kecil telah memberinya kesempatan besar, sekarang terserah padanya."

Apanya yang ganteng gan???

BRYAN. Powered by Blogger.

DAFTAR ISIAN

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More