:: WELCOME TO MY BLOG, PLEASE COMMENT ::

Wednesday, November 11, 2015

JANGAN LANGSUNG BUANG BOHLAM LED DIRUMAH.. COBA DULU CARA INI GAN !!!

JANGAN LANGSUNG BUANG BOHLAM LED DIRUMAH.. COBA DULU CARA INI GAN !!!

Halo para Kaskuser semua...

Moga gak Repost yah.. kenapa ane yakin banget soale itu Poto ane sendiri + Tangan ane Ori bukan tangan Google hehe  

Kali ini ane mo sharing sedikit mengenai bohlam led yg biasa dipakai untuk Lampu dirumah...
sudah tau ya Bohlam led yang sudah beredar dipasaran saat ini.. dengan iming2 tahan 10 tahun dan bahasa marketing lainnya deh hehe.. 
mungkin untuk beberapa merk ternama masih bisa dibuktikan tapi merk-merk yg baru muncul dipasaran bisa jadi hanya bertahan 3 bulan bahkan 3 minggu untung-untungan'lah istilahnya hehe..

Buat para kaskuser yang sudah menggunakan lampu led dirumahnya dan kedapatan tiba-tiba mati jangan langsung dibuang gan.. cobain dulu tips dari ane ini hehe..

ane kasih bocoran teorinya dulu yah..

jd didalam 1 buah bohlam led itu terdiri dari :
1. Body Lampu
2. sirkuit yang merubah arus dari AC ke DC.
3. Emiter LED jumlah tiap Bohlam tidak sama tergantung merk dan Watt

Perlengkapan yang harus disiapkan :
1. Solder
2. Timah
3. kabel Kecil ukuran -/+ 2cm
4. Pisau kecil

Mari kita mulai  :

Lampu Led yang Mati dan siap Dibongkar

Mulai buka dari bagian tengah dengan cara dicungkil dengan Pisau kecil antara Body dan Penutupnya

Setelah terbuka terlihat ada Led-led kecil didalamnya

Nah Cek dan Perhatikan LED kecil tersebut biasanya klo ada yang mati ada titik kecil ditengahnya... atau bisa juga cek menggunakan Multitester tiap lednya.

Untuk Mengakalinya kita hanya Menjumper Led yang Mati tadi menggunakan Kabel Kecil disambung ke kutub +/- nya dengan menggunakan Solder dan Timah dimaksudkan untuk menyambung arus yang terputus dari LED yang mati tadi , jadi pada dasarnya Skema Led ini hanya Pararel saja jadi apabila ada yang terputus 1 otomatis yang lain mati atau tidak dapat menerima arus listrik.

Tahap pengetesan dan hasilnya nyala..  didalam gambar terlihat ada 1 Led lagi yg tidak hidup, ok led tersebut bukan mati melainkan dia satu jalur dengan Led yg putus tadi jadi ikutan gak Hidup tp No Problem hitung2 bisa dijadikan Cadangan klo ada led lain yg Putus hehe

Terakhir Pasang kembali seperti cara di awal..  

Oiya apabila cara ini tidak berhasil ada kemungkinan yang Mati adalah bagian sirkuit yang merubah arus dari AC ke DC. klo untuk memperbaiki komponen ini ane belum coba gan mengingat ane kan cuma nubie hehe bukan Basic Electro tp gpp ane bakal coba-coba dan terus mencari tahu hehe selagi ada waktu luang..

Maaf juga gan klo Thread ane berantakkan maklum ane nubie kan heheheg..  

Selamat Mencoba Agan-agan

Tuesday, November 10, 2015

Peringatan Hari Pahlawan 10 November 1945 Merupakan Hasil Perjuangan Polisi Istimewa

Senin, 09 November 2015

Peringatan Hari Pahlawan 10 November 1945 Merupakan Hasil Perjuangan Polisi Istimewa

Lensanews.com “Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.” Demikian pernyataan Jenderal (TNI) Moehammad Wahyu Soedarto, seorang tokoh yang terlibat dalam peristiwa heroik 10 November 1945. 10 November 1945 diabadikan dalam sejarah bangsa dan diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa ini terjadi di Surabaya dan di kota Pahlawan ini Polisi pernah melaksanakan “Proklamasi Polisi” Dalam ejaan lama yang berbunyi :

“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia”.

Soerabaja, 21 Agoestoes 1945
Atas Nama Seloeroeh Warga Polisi
Moehammad Jasin – Inspektoer Polisi Kelas I

Proklamasi Polisi itu merupakan suatu tekad anggota Polisi untuk berjuang melawan tentara Jepang yang masih bersenjata lengkap, walaupun sudah menyerah. Proklamasi itu juga bertujuan untuk meyakinkan rakyat bahwa Polisi adalah aparat negara yang setia kepada Republik Indonesia yang berjuang bersama rakyat dan bukanlah alat penjajah. Ketika menjadi insiden bendera, 19 september 1945, Polisi Pimpinan Moehammad Jasin bergerak cepat mereka menyatu dengan rakyat. 

Jenderal TNI Muhammad Wahyu Sudarto – Pelaku 10 November 1945, menyatakan :

“Saya hanyalah bagian dari sejarah perjuangan tanah air. Itu pun Cuma di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Sebetulnya pada “Peristiwa Surabaya” ada tokoh yang lebih hebat tetapi di mana kini tidak banyak yang kenal. Namanya Moehammad Jasin, orang Sulawesi Selatan. Jika beliau tidak ada, Surabaya tidak mungkin seperti sekarang. Beliau adalah Komandan “Pasukan Polisi Istimewa”. Kalau tugas Bung Tomo adalah “memanas-manasi rakyat”, Pak Jasin ini memimpin pasukan tempur. Kesatuannya boleh dibilang kecil, cuma beberapa ratus orang saja. Itu sebabnya mereka bergabung dengan rakyat. Kalau rakyat sedang bergerak, di tengah-tengah selalu ada truk atau panser milik Pasukan Polisi Istimewa lengkap dengan senjata mesin. Melihat Rakyat bak gelombang yang tak henti-henti itu, Jepang yang waktu itu sudah kalah dari Pasukan Sekutu menyerah kepada RI dan intinya adalah Pak Jasin.

Demikian pula kala Inggris (Sekutu) mendarat di Surabaya. Bila tidak ada Pak Jasin, arek-arek Suroboyo tidak bisa segalak itu. Pasukan Inggris datang pertama kali dengan satu brigade pada 28 Oktober 1945. Namun, setelah mereka terdesak, secara bertahap mendarat lagi empat brigade”
(JENDERAL TNI MUHAMAD WAHYU SUDARTO – PELAKU 10 NOVEMBER 1945)

Polisi Istimewa (PI) adalah jelmaan  dari CSP (Central Special Police). Apalagi, pada Agustus 1945 itu, hanya Polisi yang masih memegang senjata. Karena, setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, penguasa Jepang di Indonesia membubarkan tentara PETA dan Heiho, sedangkan senjata mereka dilucuti. Soetamo (Bung Tomo), pemimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) yang juga salah satu pejuang terkemuka dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, menyatakan :

“PETA diharapkan dapat mendukung perjuangan di Surabaya tahun 1945 , tetapi PETA membiarkan senjatanya dilucuti oleh Jepang, untung ada Pemuda M. Jasin dengan pasukan-pasukan Polisi Istimewanya yang berbobot tempur mendukung dan mempelopori perjuangan di Surabaya.”
- Soetomo (Bung Tomo)

Pasukan Polisi Istimewapun pada saat itu diperintahkan oleh Jepang untuk menyerahkan senjatanya, karena Jepang ditugaskan oleh sekutu untuk menjaga dan memelihara keamanan di Indonesia agar sekutu dengan aman dapat menginjakkan kakinya di bumi Indonesia.
 Namun secara tegas Polisi menolak perintah tersebut sehinga pada masa itu hanya Polisi yang memiliki persenjataan sedangkan kesatuan lain tidak ada. 

Hal ini juga ditegaskan oleh Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945 sbb :

“Omong kosong kalau ada yang mengaku di bulan Agustus 1945 memiliki kesatuan bersenjata. Yang ada pada waktu itu hanya pasukan-pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. JASIN, bahkan ia menyatakan bahwa tanpa peran pasukan pasukan Polisi Istimewa dibawah pimpinan M. JASIN tidak akan ada peristiwa 10 Nopember 1945.”
- Jenderal TNI AD SUDARTO ex. TRIP dan pelaku 10 Nop 1945

Pernyataan itu menunjukkan bahwa jika pertempuran itu berlangsung tanpa dukungan dan kepeloporan Pasukan Polisi Istimewa, niscaya patriotisme perjuangan rakyat di Surabaya tidak akan seheroik apa yang tercatat dalam sejarah. Hal itu juga dikuatkan dalam pidato peresmian Monumen Perjuangan Polisi Republik Indonesia di Surabaya yang disampaikan oleh Pangab RI, Jenderal (TNI) Tri Surtrisno pada 2 Oktober 1988, “Kekuatan Pasukan Polisi Istimewa pimpinan M. Jasin harus dikaji oleh seluruh bangsa Indonesia.”

Lebih lanjut Jendral (TNI) Tri Sutrisno mengatakan, 
“Tindakan Inspektur I Moehammad Jasin untuk mempersenjatai Rakyat Pejuang telah memberikan andil yang cukup besar dalam gerak maju para pejuang kemerdekaan di Surabaya, yang kemudian mencapai puncaknya dalam pertempuran heroik di Surabaya tanggal 10 Nopember 1945”.

Persenjataan yang dibagikan oleh Polisi ini didapat dari gudang-gudang senjata tentara Jepang yang diserbu dan direbut secara paksa maupun dengan perjanjian penyerahan senjata dengan jaminan keselamatan tentara Jepang karena mereka sudah amat terdesak hingga menyerah. Dalam perjanjian penyerahan senjata ini, M. Jasin hadir sebagai wakil dari pihak Indonesia dan menjamin keselamatan jiwa tentara Jepang yang menyerah.

Seperti yang tercatat dalam buku Soetjipto Danoekoesoemo, "Hari-Hari Bahagia Bersama Rakyat". Tiga peleton tentara Jepang menyerahkan senjata kepada Polisi Istimewa Seksi I dengan syarat keselamatan mereka dijamin, pada 1 Oktober 1945.

Pada 2 Oktober 1945, di Gedung General Electronics di Kaliasin Jepang menyerahkan senjata setelah terjadi pertempuran sengit dengan Tim Polisi Istimewa di bawah pimpinan Soetjipto Danoekoesoemo. Dalam pertempuran ini tentara Jepang mengeluarkan senjata-senjata mitraliur.

Pada Hari yang sama, M. Jasin yang bersama Soetomo (Bung Tomo) yang mewakili pihak Indonesia berhasil menandatangani perjanjian penyerahan senjata untuk membuka gudang Arsenal tentara Jepang yang terbesar se-Asia Tenggara di Don Bosco-Sawahan, Surabaya. Pelucutan ini diawali dengan perlawanan sengit tentara Jepang. Setelah terjadi tembak-menembak sengit dan menelan korban jiwa barulah Jepang menyerahkan senjata.

Pada akhirnya tentara Jepang menyerahkan seluruh persenjataan, termasuk tank dan panser kepada Polisi Istimewa. Polisi Istimewa kemudian membagi-bagikan senjata tersebut kepada rakyat dan pemuda dalam organisasi perjuangan. Segera setelah itu, Surabaya dibanjiri senjata api dari berbagai jenis yang digunakan untuk menghadapi pasukan Inggris dan Belanda pada peristiwa Hari Pahlawan. 

Bukan hanya membagikan senjata, Polisi Surabaya juga giat melatih perang para pemuda dan rakyat dalam menghadapi serangan tentara sekutu. Mempersenjatai rakyat pejuang sekaligus gerakan pembinaan kemiliteran dan pelatihan tempur yang dipelopori oleh Kesatuan Polisi Istimewa ini secara langsung sangat berpengaruh hingga tersusunnya kesatuan-kesatuan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Kepeloporan Polisi Istimewa yang menyebabkan lahirnya kesatuan bersenjata lainnya ini pelak saja membuat DR. H. Ruslan Abdulgani eX TRIP dan tokoh pejuang yang turut berperan aktif dalam Palagan 10 November 1945 ini mengatakan bahwa "Pasukan Polisi Istimewa lahir lebih dulu dari yang lain".
Keterlibatan M. Jasin sebagai pasukan Polisi Istimewa dalam peristiwa heroik itu jelas tidak diingkari oleh semua tokoh pejuang yang terlibat. Bahkan seorang Jenderal TNI AD, Abdul Kadir Besar SH, juga menyatakan, “Saya berani mempertanggungjawabkan pemberian kedudukan bagi Moehammad Jasin sebagai Singa Pejuang Republik Indonesia berdasarkan jasa-jasanya.”

Penyataan senada diberikan juga oleh seorang tokoh penting peristiwa 10 November 1945, DR. H. Roeslan Abdulgani, yaitu : “M. Jasin dan Polisi Istimewa yang dipimpinnya adalah modal pertama perjuangan di Surabaya.”

Demikian Pula pernyataan Jenderal (TNI) Moehammad Wahyu Soedarto, seorang tokoh yang terlibat dalam persitiwa heroik itu, yaitu : “Tanpa peran M. Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa tidak akan ada peristiwa 10 November.”

Kehebatan Pasukan Polisi Istimewa dalam arena perjuangan Surabaya bukan hanya dikagumi kawan tapi juga disegani oleh lawan. Hal ini terdapat dalam pernyataan resmi dari Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan (Ministerie van Onderwijs en Wetenschappen) Pemerintah Belanda, oleh Van der Wall, 
“De Poelisi Istimewa, de gewezen Poelisi Istimewa guderende de Japanse tijd, onder leiding van M. Jasin is niets anders dan een Militaire strijd kracht.” (Polisi Istimewa, Mantan Polisi Istimewa diwaktu Jepang, pimpinan M. Jasin tidak lain adalah satu kekuatan tempur militer).

Pada tanggal 4 November 2015 Ir. Joko Widodo memimpin upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2015 kepada 5 putra terbaik bangsa Indonesia salah satunya adalah Alm. Komisaris Jenderal Polisi. Dr. H. Moehammad Jasin dengan julukanya Bapak Brigade Mobile (Brimob) POLRI.

Monday, November 9, 2015

Harga untuk james bond


Hi Agan-agan sekalian... udah nonton Film terbaru James Bond 007 - Spectre. 

Pengen tahu berapa gocek yg mesti ente keluarin untuk menjadi seorang James Bond dalam Film Spectre...

  (imageshack.com) (imageshack.com)

Cekidot...

Spoiler for Mobil:Hide

Aston Martin DB10 Harga USD 1,500,000 (Sekitar 20,4 Miliar Rupiah)
  (imageshack.com)

Sama seperti kebanyakan sekuel James Bond sebelumnya, James Bond Spectre juga memilih Mobil buatan negara sendiri (Inggris) yaitu Aston Martin. Sekuel kali ini yaitu Aston Martin DB10.

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

Spoiler for Pakaian:Hide

Tom Ford Tuxedo Jacket Harga USD 4,390 (Sekitar 60 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

Tom Ford Bomber Jacket Harga USD 2,222 (Sekitar 30 Juta Rupiah)

 (imageshack.com)

 (imageshack.com)

Matchless Craig Blouson Jacket Harga USD 1,390 (Sekitar 18,9 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

N.Peal Mock turtle neck Harga USD 305 (Sekitar 4,1 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

Tom Ford Stirrup Pants Harga USD 1,531 (Sekitar 20,9 Juta Rupiah)

 (imageshack.com)

Spoiler for Jam Tangan:Hide

Omega Seamaster 300 Harga USD 7,500 (Sekitar 102 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

Spoiler for Kacamata:Hide

Tom Ford Snowdon Sunglasses Harga USD 405 (Sekitar 5,5 Juta Rupiah)

 (imageshack.com)

 (imageshack.com)

Vuarnet Glacier Sunglasses Harga USD 490 (Sekitar 6,6 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

Spoiler for Gadget:Hide

Kamera Sony RX100 IV Harga USD 948 (Sekitar 12,9 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

Handphone Sony Xperia Z5 Harga USD 927 (Sekitar 12,6 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

Spoiler for Sepatu:Hide

Crockett & Jones Norwich Shoes Harga USD 597 (8,1 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

  (imageshack.com)

Spoiler for Senjata:Hide

Heckler & Koch VP9 Harga USD 719 (Sekitar 9,8 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

Spoiler for Minuman:Hide

Belvedere Vodka Limited Edition Harga USD 41 (Sekitar 559rb Rupiah)

 (imageshack.com)

Pendingin Minuman Bullinger Crystal Harga USD 6,895 (Sekitar 94 Juta Rupiah)

  (imageshack.com)

Spoiler for Total:Hide

Total Gocek yang dibutuhkan untuk menjadi seorang James Bond di Sekuel Spectre adalah USD 1,528,360 atau sekitar 20,7 Miliar Rupiah

Sumber:



Demikian gan trit ane… Semoga thread ane berguna bagi Nusa dan Bangsa

Sunday, November 8, 2015

Usaha yang Kemungkinan Akan Gulung Tikar Karena Kecanggihan Internet

Usaha yang Kemungkinan Akan Gulung Tikar Karena Kecanggihan Internet


Quote:Quote:
Introduction
Quote:
Sekarang ini sudah waktunya kita untuk masuk ke era digital melalui kecanggihan internet, sekarang ini internet memang tidak bisa diragukan lagi apalagi internet sudah banyak membantu umat manusia dalam memenuhi kebutuhan akan hiburan dalam kehidupan manusia namun ada beberapa orang yang harus rela gulung tikar karena usaha mereka tidak lagi diminati oleh banyak orang karena kecanggihan internet ini, mau tau usaha apa aja yang mulai tergusur karena kecanggihan internet (khususnya di Indonesia) ? yuk mari kita cek gan! 

Quote:

Spoiler for No repost:Hide

No repost 1  (www.kaskus.co.id)
No repost 2  (www.kaskus.co.id)

Quote:Quote:
1. Toko Kaset Musik
Quote:
Dulu awal 2000-an kaset musik masih diminati oleh para pecinta musik, ngga heran tiap hari ada aja pembeli kaset musik dari berbagai kalangan, nah kemunculan internet inilah yang membuat banyak toko kaset musik mulai gulung tikar karena konsumen mulai beralih untuk membeli musik secara online atau bisa mengunduh mp3 dan mp4nya melalui website musik.

Quote:Quote:
2. Toko Penyewaan Kaset Film
Quote:
Dulu waktu mau nonton film dan mager buat ke bioskop, alternatif satu-satunya ya harus menyewa kaset di toko penyewaan kaset film, nah trus sekarang? mager tetep bisa nonton film lewat pembelian online, streaming, bahkan bisa download 

Quote:Quote:
3. Toko Buku dan Penyewaan Buku (Buku Akademik, Komik, dll)
Quote:
Walaupun toko buku masih tetap diminati banyak orang namun perlahan lahan banyak toko buku kecil yang tergusur karena dengan kecanggihan internet kita bisa membaca dan mengunduh buku melalui layanan e-book (electronic book), apalagi OS android juga sudah menyediakan pembelian buku melalui layanan playstore mereka.

Quote:Quote:
4. Penjualan Koran dan Majalah
Quote:
Sekarang dimanapun dan kapanpun kita bisa membaca berita dan majalah melalui gadget dengan menggunakan internet, koran dan majalah sudah jarang dibeli oleh banyak orang karena banyak orang yang lebih memilih untuk membacanya secara online atau berlangganan melalui e-mail.

Quote:Quote:
5. Penjualan TV Berbayar
Quote:
Mau nonton bola tapi siarannya harus di TV berbayar? ga usah panik gan, dengan kecanggihan internet sekarang ini kita hanya perlu internet dan website yang menyediakan streaming, nah dari hal itulah TV berbayar mulai kurang diminati orang-orang sehingga usaha penjualan TV berbayar juga mulai menurun.

Quote:Quote:
6. Toko Penjualan Game
Quote:
Kemudahan pembelian game melalui steam dengan ATM/Pulsa membuat usaha penjualan game mulai menurun, bahkan banyak link untuk mengunduh game secara gratis, inilah yang membuat toko penjualan game mulai sepi konsumen.

Quote:Quote:
7. Agen Tiket Perjalanan
Quote:
Dulu waktu mau naik bis, naik perahu, dan pesawat kita harus pesen ke kantor agen tiket perjalanan dulu gan, sekarang boro-boro deh udah canggih tinggal download aplikasi trus pesan tiket secara online deh.

BRYAN. Powered by Blogger.

DAFTAR ISIAN

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More